Kami

Kami

Rabu, 26 Oktober 2011

Latar Belakang

Latar Belakang Project

Teknologi merupakan suatu alat untuk memecahkan permasalahan di dalam masyarakat. Kehidupan manusia kini sulit rasanya dilepaskan dari perangkat teknologi, apalagi bagi remaja. Teknologi seakan membuat remaja semakin kecanduan. Pada masa inilah remaja perlu dibimbing, karena pada masa ini remaja sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Teknologi yang seharusnya sebagai media belajar, kini malah menjadi racun bagi dirinya sendiri. Salah satunya adalah penyalahgunaan situs-situs jejaring sosial yang digunakan oleh remaja. Remaja sangat labil dan rentan. Remaja sering lupa waktu dan kemudian tidak bisa mengimbangi antara bermain dengan kewajiban utama yaitu belajar. Kebiasaan untuk bermain di jejaring sosial kini sangat sulit untuk dihilangkan. Pada karya tulis ini, kami berupaya untuk mengurangi kebiasaan remaja itu dan mengajak remaja untuk lebih memanfaatkan situs jejaring sosial dengan lebih positif dan bermanfaat. Sehingga, kepribadian remaja akan lebih baik dan lebih bisa mengatur waktu antara bermain dan kewajiban utama sebagai siswa.

Lalu bagaimana cara untuk mengatasinya? Maka dari itu, dalam project ini kami ingin berusaha menemukan cara untuk membangun remaja yang berkepribadian baik dan berbudaya, karena pada masa ini banyak ditemukan situs- situs jejaring sosial yang membuat remaja malas untuk belajar dan malah waktu mereka dihabiskan untuk mengakses hiburan. Selain itu, melalui project ini kami ingin mengemukakan serta mempublikasikan problema realita masa kini mengenai kehidupan remaja yang sudah terbius dan terlalu tergantung pada situs-situs pertemanan yang beredar luas saat ini dan membongkar isi hati remaja melalui survey.

Konsep Project

Mind Map

Remaja Masa Kini & Jejaring Sosial

Remaja dan Jejaring Sosial


Jejaring sosial mempunyai fungsi utama yaitu untuk menjalin pertemanan atau berhubungan dengan orang lain diseluruh dunia melalui akun di jejaring sosial tanpa harus bertatap muka langsung dan menempuh jarak yang jauh. Jelas, kalangan remajalah yang pertama kali ingin tahu dan berlomba-lomba membuat akun di jejaring sosial yang disaat itu sedang mempunyai banyak pengguna.

Fungsi dari jejaring sosial memang sangat bermanfaat di era globalisasi seperti ini, semakin lama fungsi jejaring sosial pun bertambah. Selain kita dapat menambah teman dari lain sekolah, lain kota atau lain negara, dengan situs-situs pertemanan kita bisa memasukkan dan berbagi foto atau apapun dengan pengguna situs-situs jejaring sosial lainnya, dan banyak juga yang memanfaatkan jejaring sosial sebagai lahan bisnis untuk menjual berbagai macam barang dengan transaksi online. Menurut mereka, berbisnis di situs-situs jejaring sosial sangatlah membantu karena lebih mudah untuk mempromosikan barang-barang yang akan mereka jual dan bisa melakukan transaksi kapan saja. Begitu juga para pembeli atau pengguna situs jejaring sosial yang suka berbelanja, melalui situs jejaring sosial pula mereka tidak harus repot pergi ke toko untuk sekadar melihat-lihat barang atau membeli barang, transaksi juga lebih mudah, dan barang-barang yang dibeli pun mempunyai kualitas yang tidak kalah baik dengan yang ada di toko-toko biasa. Memang, dengan mudahnya transaksi yang dilakukan kita tetap harus berhati-hati sewaktu melakukan transaksi. Karena semakin banyak kegunaannya, saat ini sudah banyak pengguna situs- situs jejaring sosial dari kalangan orangtua dan anak-anak, bahkan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar maupun Taman Kanak-kanak.

Itu sudah membuktikan bahwa kehidupan sebagian besar masyarakat pada saat ini sudah sangat lekat pada jejaring sosial dan sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Penggunaan jejaring sosial diluar batas dan tidak semestinya, sudah menimbulkan banyak kasus dimana-mana, penculikan anak dibawah umur tingkat SMP dan SMA, banyak juga pengguna situs jejaring sosial yang tidak mencantumkan data diri asli dan berujung pada masalah ke pengguna lain, pertengkaran yang disebabkan masalah kecil akibat kalimat-kalimat atau kata-kata yang menyinggung pada akun jejaring sosial, menjalin hubungan dengan orang lain di jejaring sosial meskipun belum pernah bertemu langsung juga sudah menimbulkan masalah, para remaja juga merasa lebih nyaman menumpahkan isi hatinya di dalam akun mereka daripada bercerita langsung ke orangtuanya.

Dengan adanya masalah-masalah yang timbul dan akibat penggunaan jejaring sosial, para remaja yaitu pelajar dan mahasiswa harus bijaksana menempatkan diri. Mereka harus sadar agar tidak diperbudak oleh kemajuan teknologi yang ada. Bukan berarti para remaja dilarang mengakses jejaring sosial, mereka hanya harus tetap memproiritaskan kewajiban mereka, dengan selalu mengingat waktu, menahan diri, dan tetap menjalin pertemanan dan hubungan secara langsung di dunia nyata. Hubungan dengan orang tua pun juga harus selalu dijaga, karena bagaimanapun di usia remaja ini kita susah menahan diri kita sendiri apalagi di era-globalisasi seperti ini dimana kemajuan teknologi sangat pesat.

Kemajuan teknologi diciptakan untuk membantu atau mempermudah manusia bukan merusak atau menimbulkan masalah. Jadi, manfaatkanlah kemajuan teknologi sebaik mungkin untuk diri kita dan orang lain, dan jangan sampai terpengaruh oleh hal-hal negatif akibat kemajuan teknologi.

Positif & Negatif

Dampak Positif dan Negatif Jejaring Sosial



Penggunaan situs jejaring sosial menuai banyak kritikan, seiring banyaknya kasus-kasus negatif yang terjadi di dunia nyata yang melibatkan layanan tersebut. Namun, tidak selamanya situs jejaring sosial selalu berefek buruk bagi remaja. Sebenarnya, semua kembali ke masing-masing individu. Jika digunakan secara positif maka hasilnya akan baik, dan sebaliknya. Kembali lagi, keluarga berperan penting untuk mengontrol aktifitas remaja di internet. Berikut adalah dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari penggunaan jejaring sosial oleh remaja ,yaitu :

a. Dampak Positif

1. Remaja dapat belajar dan mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.

2. Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial, remaja menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar diantaranya tidak pernah ditemui secara langsung.

3. Remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena disini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.

4. Situs jejaring sosial membuat remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya, memberikan perhatian saat ada teman mereka yang berulang tahun, mengomentari foto, video, dan status teman mereka.

b. Dampak Negatif

1. Remaja menjadi malas berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu.

2. Situs jejaring sosial akan membuat remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini yang dapat mengakibatkan anak remaja menjadi kurang berempati di dunia nyata.

3. Situs jejaring sosial membuat remaja rentan terhadap sensasi .

4. Bagi remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.

5. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru kenal di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.

Permasalahan

Ada Apa?

Ada Apa Dengan Remaja Masa Kini ?

Ini merupakan sebuah fakta yang telah diamati oleh para peneliti di seluruh dunia tentang remaja masa kini. Ada apa dengan remaja masa kini? Apa yang telah terjadi? Berikut kita ulas secara lebih rinci.

Studi yang dilakukan terhadap kebiasaan orang menggunakan ponsel, menonton televisi, dan mengakses situs web media sosial, memperlihatkan gejala yang mirip dengan kecanduan obat. Sebuah penelitian dilakukan dengan melibatkan relawan dari 12 universitas di seluruh dunia, termasuk 125 siswa di Bournemouth University, Inggris. Relawan diminta menghabiskan 24 jam tanpa akses ke komputer, telepon genggam, iPod, televisi, radio, bahkan surat kabar. Para peserta hanya diizinkan menggunakan telepon biasa atau membaca buku.

Dr Roman Gerodimos, pengajar Komunikasi di Bournemouth University yang melakukan studi ini, mengatakan, “Kami tidak hanya melihat gejala psikologi, tapi juga gejala fisik.”

Para peserta diminta menulis menulis buku harian tentang pengalaman mereka selama kurun waktu tersebut. Tulisan-tulisan dalam buku harian menunjukkan banyak yang menunjukkan kegelisahan, cemas, atau terisolasi.

Beberapa orang yang ambil bagian dalam penelitian ini mengatakan merasa seperti tiba-tiba harus berhenti mengonsumsi obat. Sementara peserta yang lain mengatakan seperti sedang menjalani diet. Para peneliti menyebut kondisi ini sebagai kelainan kehilangan informasi (Information Deprivation Disorder). “Kadar penggunaan teknologi modern dan media baru ini telah mengubah kita. Hal yang mencengangkan kami adalah betapa tergantungnya orang-orang saat ini dengan teknologi. Orang-orang tidak lagi memiliki arloji atau jam dengan alarm karena mereka bergantung kepada telepon genggam untuk membangunkan mereka. Para siswa mengatakan merasa seperti diet, berhenti merokok, dan berhenti menggunakan obat. Kata-kata tentang kecanduan terus berulang,” kata Dr Gerodimos.

Penelitian juga menunjukkan, relawan berusaha mengatasi situasi terisolir dari teknologi ini dengan berjalan-jalan atau mengunjungi tetangga. Kepada Dr Gerodimos, mereka mengaku kesunyian membuat mereka tidak nyaman dan canggung. "Tapi setelah terbiasa, mereka mulai menyadari lebih banyak hal di sekitar mereka, seperti suara burung atau suara-suara dari tetangga,” tutur Dr Gerodimos.

Para peneliti pun menyarankan sehari tanpa akses ke teknologi. “Jika lebih memperhatikan cara kita menggunakan teknologi, kita dapat mengendalikan dampak teknologi terhadap kita. Mungkin, setiap orang harus mencoba tanpa teknologi untuk sehari dalam setahun,” pungkas Dr Gerodimos.
MROEE | Kecanduan Teknologi Mirip Kecanduan Rokok dan Narkoba. Para peneliti menemukan bahwa berhenti menggunakan teknologi, seperti mematikan ponsel, menghindari internet dan mematikan televisi dan radio, jaman sekarang ini, menyebabkan orang menderita gejala yang mirip dengan yang terlihat pada orang yang mengalami kecanduan narkoba yang menggigil kedinginan.
Para relawan dijauhkan dari aktivitas seperti, email-email-an, mengirim pesan teks, update status selama 24 jam. Mereka menemukan bahwa para peserta mulai mengalami gejala yang biasanya terlihat pada perokok yang mencoba untuk menyerah.

Beberapa dari mereka yang ikut ambil bagian mengatakan bahwa mereka merasa seperti tengah menjalani terapi untuk bisa lepas dari kebiasaan mengkomsumsi obat keras, sementara yang lain mengatakan mereka merasa seperti sedang diet. Kondisi ini sekarang sedang digambarkan sebagai Gangguan Kehilangan Informasi (Information Deprivation Disorder).

Dr. Roman Gerodimos, seorang dosen komunikasi yang memimpin kajian internasional untuk seksi Inggris, mengatakan: "Kami tidak hanya melihat gejala psikologis, tetapi juga gejala fisik."

Temuan itu akan menjadi bahan keprihatinan yang diajukan oleh para ahli saraf dan psikolog tentang dampak penggunaan berlebihan internet, permainan komputer dan situs-situs jejaring sosial, yang disebut "Net Generation" para remaja dan orang dewasa muda.

Dalam eksperimen tersebut, yang disebut Unplugged, sukarelawan di 12 universitas di seluruh dunia - termasuk 125 mahasiswa Bournemouth University - selama 24 jam dibiarkan tanpa akses ke komputer, ponsel, iPod, televisi, radio dan bahkan surat kabar.

Mereka diperbolehkan untuk menggunakan landline telephones atau membaca buku. Peserta diminta untuk menyimpan catatan harian mereka tentang pengalaman mereka selama 24 jam tanpa akses teknologi dan entri dalam buku harian tersebut menunjukkan bahwa banyak perasaan gelisah, cemas atau terisolasi dicatat.

Penelitian ini dipimpin oleh International Centre for Media and the Public Agenda Universitas Maryland. Dr. Gerodimos dari Bournemouth University, mengatakan: "Sejauh mana kita menggunakan beberapa teknologi modern ini dan media baru mengubah kita."

"Para peserta menjelaskan perasaan gelisah dan terus meraih ponsel mereka."

"Ada juga beberapa efek yang baik, yang mengembangkan mekanisme bertahan mereka pergi keluar untuk berjalan-jalan dan mengunjungi teman-teman daripada duduk di depan komputer."

"Apa yang luar biasa bagi kami adalah bagaimana orang sekarang tergantung pada teknologi mereka. Orang-orang seringkali tidak memiliki arloji atau jam alarm karena mereka bergantung pada ponsel mereka untuk membangunkan diri mereka"

"Banyak dari mereka mengatakan kesunyian membuat mereka cukup tidak nyaman dan canggung," katanya. "Tetapi karena mereka terbiasa dengan kondisi itu, mereka mulai memperhatikan lebih banyak hal-hal di sekitar mereka seperti burung-burung bernyanyi atau mendengar apa yang tetangga mereka lakukan."

Dalam refleksi mereka tentang apa yang mereka telah lewati, para relawan dengan bebas mengakui bahwa mereka mengalami gejala penarikan diri. Para mahasiswa menyamakan pengalaman itu seperti sedang diet, berhenti merokok dan menggigil kedinginan seperti orang kecanduan."

"Beberapa dari mereka tidak merasa kesulitan. Kebanyakan berjuang pada awalnya, mengalami gejala-gejala, sebelum mereka mengembangkan mekanisme penanggulangan yang bisa membantu untuk mengalihkan perhatian mereka."
"Jika kita sedikit lebih sadar bagaimana kita menggunakan teknologi, mungkin membantu kita untuk mengontrol efeknya terhadap kita. Mungkin semua orang harus mencoba hidup tanpa teknologi untuk satu hari setiap tahun
Namun, bukan berarti orang dewasa tidak punya ekspetasi apa-apa berkaitan dengan kemajuan teknologi di masa depan. Buktinya, sebanyak 45% orang dewasa memprediksi bahwa di tahun 2015 nanti saluran telepon sudah tidak lagi memerlukan kabel, sementara hanya 17% remaja yang berfikir begitu. Uniknya, para remaja juga beranggapan bahwa inovasi baru di tahun 2015 nanti mampu membantu dunia dalam mengatasi permasalahan seperti air bersih (91 %), kelaparan (89 %), penyakit (88 %) dan juga polusi (84 %). Meskipun sebanyak (77 %) orang dewasa mengikuti teknologi akan berperan penting pada saat itu, namun mereka tidak yankin inovasi di masa depan mampu mengatasi masalah kelaparan di seluruh dunia.

Merton Flemings, ilmuwan yang memimpin proyek penelitian itu mengaku sangat terkejut dengan hasil analisis yang mereka lakukan. Dia tak pernah mengira kalau para remaja sangat yakin bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah jalan keluar untuk mengatasi berbagai masalah yang menyangkut hajat hidup manusia di masa depan nanti.

Remaja Masa Kini

Remaja yang bergantung pada jejaring sosial.


Remaja dan jejaring sosial.









Contoh Perilaku Remaja yang Bergantung Pada Jejaring Sosial


Survey

Survey


Survey kami di kelas IX F


Pengedaran lembaran pertanyaan saat survey di kelas VII D


Pengumpulan pendapat dalam survey di kelas VII D



Agung Devi sedang mengawasi jalannya survey di kelas VII D


Suasana di kelas IX F saat kami melakukan survey


Egan sedang menyampaikan instruksi dalam mengisi lembaran pertanyaan survey saat melakukan survey di kelas VII D










Survey Kehidupan Remaja Masa Kini

Berikut adalah contoh dari pendapat siswa yang kami kumpulkan saat survey dilakukan.



















Hasil Survey

Pendapat Remaja Mengenai Situs- Situs Jejaring Sosial

Berikut adalah keterangan dari hasil Survey mengenai dampak-dampak situs jejaring sosial terhadap 80 remaja di sekolah :
No. Kategori Pendapat Remaja Banyaknya Remaja yang Memilih
1 Baik 1 orang
2 Buruk 23 orang
3 Baik dan Buruk 32 orang
4 Biasa saja 24 orang

Kesimpulan dari Hasil Survey :
Berdasarkan hasil survey yang kami lakukan pada hari Jumat, 09 September 2011 dengan 80 remaja, dapat disimpulkan dari beberapa pertanyaan yang tercantum yaitu, sebagian besar panelis menyatakan fifty-fifty. Maksudnya adalah mereka menyatakan bahwa tidak sepenuhnya jejering sosial itu negatif dan juga tidak sepenuhnya jejaring sosial itu positif. Dibuktikan pada jawaban mereka, yang salah satunya berbunyi, “Menurut saya dampak yang diakibatkan oleh situs-situs pertemanan itu positif, karena melalui jejaring sosial kita bisa mempunyai teman yang baru dan banyak dan bisa menghibur.”
Mereka juga menyatakan komentar miring yang berhubungan dengan dampak negatif yang ditimbulkan dari situs-situs jejaring sosial tersebut. Salah satunya, ada yang mengatakan bahwa situs-situs jejaring sosial yang membius para remaja sehingga lupa pelajaran di sekolah.
Dari perbedaan pendapat itu, hasil yang diperoleh adalah tidak sepenuhnya jejaring sosial itu berdampak baik dan tidak sepenuhnya pula jejaring sosial itu berdampak buruk. Itu semua tergantung pada individu masing-masing dari cara mereka memanfaatkan. Tapi, khusus bagi remaja harus bisa membagi waktu antara belajar dan berselancar di dunia maya seperti situs-situs jejaring sosial. Karena pada hakikatnya remaja itu sangat rentan terhadap kecanggihan teknologi yang membuat mereka semakin ketagihan. Layaknya seperti narkoba, saat telah mempunyai akun di jejaring sosial dan terus menekuni hal itu saja, saat ingin lepas dari situs-situs jejaring sosial itu sangatlah susah. Maka, tak heran prestasi pun akan merosot.

Dari Kami Untuk Kami

Pesan Dari Remaja Untuk Remaja



Disini kami ingin menyampaikan isi hati kecil remaja yang saat ini selalu disalahkan dan dianggap oleh sebagian kaum dewasa telah rusak karena telah terbius oleh perubahan jaman. Bahkan dari sebagian orang tua menyalahkan teknologi, padahal bukan teknologi yang salah namun individu itu sendiri yang tidak bisa mempergunakan teknologi dengan baik. Sebenarnya remaja juga tidak sepenuhnya salah, hanya saja mereka perlu bimbingan yang lebih dalam melakukan sesuatu hal, karena pada masa ini sifat remaja cenderung labil dan mudah terpengaruh lingkungannya, sehingga mulai timbul kesenjangan dan perubahan perspektif masyarakat terhadap remaja.

Para remaja mengharapkan sesuatu yang lebih menyenangkan dan bersifat inovatif pada sistem pendidikan di sekolah. Sehingga, apabila tidak ada terobosan baru dan cara jitu dari cara pembelajaran, Remaja cenderung merasa bosan dan enggan untuk belajar. Remaja juga sangat memerlukan perhatian khusus dan lebih dari keluarga terutama orang tua. Remaja yang kesepian dan tidak mendapat perhatian akan berusaha mengisi waktu dan menghilangkan gundah. Tapi, belum tentu mereka mengisi waktu dengan hal yang positif, malah kebanyakan dari mereka lebih suka bermain di internet dan membuka situs-situs yang memberikan dampak negatif bagi fisik maupun jasmani remaja itu sendiri. Orang tua harus berperan aktif dalam mengawasi dan ikut berpartisipasi mendidik remaja untuk menggunakan situs jejaring sosial ke arah yang lebih baik dan bermanfaat. Namun, bukan dengan melarang penuh remaja bermain, akan tetapi menemukan cara untuk mengurangi kebiasaan itu dan lebih menaruh perhatian pada remaja itu sendiri. Contohnya, memperkenalkan remaja dengan situs-situs jejaring sosial yang dapat memberikan dampak posititf bagi mereka. Tentunya yang tidak merugikan remaja ataupun orang lain. Contoh situs- situs jejaring sosial pendidikan akan di ulas pada halaman "Mari Berprestasi!"


MEMBANGUN REMAJA MASA DEPAN



Abad 21 atau sering disebut zaman global telah berjalan begitu cepat dengan ditandai lajunya ilmu pengetahuan, teknologi, industri dan informasi. Batas-batas wilayah negara semakin kabur, sehingga kebiasaan, adat istiadat dan budaya asing masuk ke negara kita hampir tanpa ada filter. Ini semua jelas akan sangat mempengaruhi kehidupan kita, yang akan membawa dampak positif, di samping juga banyak dampak yang sangat negatif. Kita memang tidak bisa lari dari realitas seperti ini. Oleh karena itu, ketakutan menghadapi realitas zaman bukan menjadikan kita semakin maju, tetapi justru akan membawa manusia semakin tergilas oleh kenyataan zaman. Modernisasi kehidupan bukan untuk kita hindari, akan tetapi untuk kita hadapi. Ketakutan kita menghadapi keadaan ini akan menjadi muara ketidamampuan kita untuk menatap masa depan yang lebih baik. Jadi, kita dituntut untuk mampu menghadapi realitas ini dan mampu berada ditengah-tengah kehidupan.
Menurut Said Agil Munawar (2002) ada tiga isu sentral menyangkut remaja, yaitu: Pertama, Musibah dan problematika terbesar bangsa Indonesia ini adalah menyangkut tentang moralitas dan akhlak bangsa terutama di kalangan remaja. Kedua, Remaja kehilangan figur yang menjadi dambaannya akhirnya bermuara sulitnya mewujudkan kepribadian remaja. Ketiga, Informasi global bukan semakin menigkatkan Iman dan Takwa remaja tetapi lebih banyak menjerumuskan remaja ke jurang kenistaan yang lebih dalam.
Disinilah makna pentingnya membangun remaja generasi penerus kita untuk siap menghadapi berbagai persoalan yang menghadang, dan tampil sebagai generasi masa depan yang berkualitas dengan sifat, sikap dan perilaku yang terpuji sehingga sangat dibutuhkan kontribusinya dalam membangun bangsa dan negara.
Menurut Elizabet B. Hurlock (1992) masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju perkembangan masyarakat dewasa, masa di mana ia tidak lagi merasa di bawah tigkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada pada tingkat yang sama. Masa remaja merupakan masa bermasalah, mencari identitas diri, yang menimbulkan ketakutan, dan ambang kedewasaan.
Masa remaja adalah masa yang sangat tepat untuk membangun masa depannya. Kegagalan membangun masa depan pada masa remaja akan berakibat fatal dalam mengarungi masa dewasanya. Menurut M. Al Ghazali (2007), bahwa ada beberapa tipe manusia dalam menghadapi masa depannya. Ada orang yang menjalani kehidupan dengan tekad kuat, penuh optimisme, tidak tunduk dan tidak dikendalikan oleh keadaan disekelilingnya, betapapun buruknya. Tetapi ada juga orang yang serba mengeluh, pesimisme, selalu menyerah dengan keadaan disekitarnya.
Orang yang memiliki tekad kuat, optimis, dan tidak pernah terperdaya dengan lingkungan sekitarnya, dan memiliki keteguhan dalam bersikap adalah orang yang mampu mengahadapi perubahan zaman dalam kondisi apapun. Ibarat seperti benih-benih bunga yang ditanam di bawah gundukan tanah yang subur, tumbuh subur ke atas menyambut datangnya sang surya dengan memberikan baunya yang semerbak.
Inilah sebuah gambaran orang yang mampu menguasai diri dan waktunya dengan sebaik mungkin, maka ia dapat berbuat banyak tanpa menunggu datang bantuan dari luar dirinya. Karena dengan kekuatan yang ada dalam dirinya, yang tersimpan dalam jiwanya yang bersih, dan memiliki pendirian yang kokoh, ia tetap mampu membangun sebuah kehidupan yang cemerlang bagi masa depannya walaupun kesempatan terbatas dan persaingan sangat tajam.
Pertanyaannya adalah, bagaimana membangun masa depan manusia dengan sikap yang optimis dan tetap memiliki kepribadian? memberikan sebuah langkah yang mampu menyadarkan diri manusia terutama para remaja terhadap masa depannya. Namun dengan landasan agama yang kuat masa depan bukan hanya sekedar hidup di dunia tetapi juga kehidupan pasca kebangkitan. Adapun langkah-langkah dalam membangun remaja yang berkepribadian, yaitu:
Pertama, Memulai dengan membersihkan diri dari berbagai penyakit, kotoran, dan beban dalam kehidupannya. Mengutip pendapat Ibnu Qayyim Al Jauziyah bahwa penyebab utama tumbuhnya bibit keputusasaan, kesedihan, tidak siap menghadapi masa depan adalah keterkungkungan manusia dari berbagai kemaksiatan dan kesalahan-kesalahan. Semakin lama manusia berbuat maksiat semakin kuat ketakutan yang ada dalam kehidupan ini. Sehingga manusia akan terasa sempit dalam hidupnya, hatinya selalu gelisah, dan wajahnya selalu tampak muram. Pada awal mula manusia melakukan dosa, kemaksiatan akan terasa nikmat, tetapi kenikmatan itu hanya sebentar saja. Segalanya akan berubah dengan cepat seiring dengan berlalunya waktu. Kelak dosa-dosa akan membuat malapetaka dalam dirinya, membuat keragu-raguan, menggelapkan pikirannya dan mengeraskan hatinya. Berdasarkan hal tersebut M. Jabir al Jazairi (2003) mengatakan, bahwa kunci dimulainya kehidupan baru dalam membangun masa depan adalah manusia harus bertaubat, membersihkan diri dari berbagai dosa, kesalahan, kemaksiatan dan perilaku-perilaku yang menyesatkan. Karena dengan membersihkan diri dari perilaku dosa, kesalahan akan mengembalikan manusia pada fitrahnya. Dan jalan fitrah menurut Ary Ginanjar (2004) akan membimbing manusia menuju jalan yang benar.
Kedua, Menumbuhkan kesadaran, bahwa hidup kita dibentuk oleh pikiran kita sendiri. Kebahagiaan, kesengsaraan, kecemasan, dan ketenangan muncul dalam diri kita sendiri. Diri kita yang akan memberikan warna dalam kehidupan ini. Kebenaran berpikir akan mengarahkan kepada kebenaran dalam menentukan sikap, sebaliknya kesalahan dalam berpikir akan menjerumuskan. Menumbuhkan kesadaran dalam diri ini dalam bahasa agama sering disebut dengan niat, karena hakikat dari perilaku manusia sangat tergantung dari niatnya. Muhammad Al Ghazali mengutip pendapat Dale Carnegie, bahwa pikiran kitalah yang membentuk pribadi kita. Dan arahan pikiran kita adalah faktor utama yang menentukan perjalanan hidup kita. Selanjutnya beliau mengutip perkataan Emerson, beritahukanlah kepada saya tentang apa yang ada dalam pikiran seseorang, maka saya akan memberitahukan kepada anda, siapa dia sebenarnya. Hal ini menunjukkan, bahwa tindakan seseorang sangat bergantung dengan alam pikirannya. Setiap orang diberikan kebebasan untuk memilih responnya sendiri. Ia bertanggung jawab penuh atas pikirannya sendiri. Bagaimana membangun pikiran yang baik? Kita adalah raja dari pikiran kita sendiri. Maka seseorang dituntut memiliki prinsip hidup yang kuat, yang lebih baik, karena hal itu akan melindungi pikirannya. Ia mampu memilih respon positif di dalam lingkungannya. Ia akan tetap berpikiran positif, terdorong untuk maju, memiliki sikap terbuka, saling percaya, dan kooperatif. Hal inilah yang menurut Ari Ginanjar (2004) disebut Aliansi cerdas.
Ketiga, tumbuhkan semangat dalam hidup dan hilangkan kecemasan. Dr. Harold C. Habein salah seorang dokter dari Amerika pernah menyodorkan kertas kerja, bahwa berdasarkan penyelidikannya terhadap 176 orang ternyata lebih dari sepertiga terkena penyakit ketegangan, kecemasan. Ketegangan dan kecemasan bagi remaja bisa disebabkan karena permasalahan yang dihadapinya, kerisauan terhadap masa depannya, kehilangan kesempatan, dan mungkin juga karena hubungan terhadap orang lain yang akibatnya menjadi penyakit dalam fisiknya. Kecemasan akan dapat hilang atau minimal berkurang dapat diatasi dengan, menanyakan pada diri sendiri akibat paling buruk yang mungkin terjadi, bersiap-siap untuk menerima kenyataan, dan bertindak tenang untuk memperbaiki kondisi yang terburuk sekalipun (Muhammad Al Ghazali: 2007). Bahwa orang yang dapat mengatasi rasa cemasnya dalam menghadapi setiap krisis, serta memiliki pandangan menyeluruh terhadap apa yang berada disekitarnya, dialah yang sebenarnya yang akan mendapat kemenangan. Orang yang takut miskin hakekatnya dia berada dalam kemiskinan, orang yang takut hina dia sudah berada dalam kehinaan, orang takut tidak punya kesempatan sesungguhnya dia berada dalam kesempitan. Sehingga menurut ahli filsafat cina Lin Yu Tang yang dikutip Muhammad Al Ghazali (2007) dia mengatakan; kedamaian jiwa yang sejati adalah datang dari keikhlasan menerima akibat paling buruk sekalipun.
Manusia yang berkualitas adalah manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa dalam konteks ini adalah menyadari sepenuhnya bahwa di balik kekuasaan yang ada pada manusia ini ada kekuasaan yang lain yang maha besar yang menciptakan dan menguasai segala segi dari hidup dan kehidupan ini, baik terhadap dirinya, masyarakatnya, dan alam sekitarnya. Ia menjauhkan dari dari perbuatan yang buruk yang merusak diri dan lingkungannya. Ia akan selalu terdorong untuk melakukan perbuatan yang baik. Pertama, memiliki keyakinan yang kuat terhadap kekuatan besar di luar diri manusia, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Keyakinan ini harus menjadi sumber dari berbagai aktivitas. Wujud dari keyakinan pada Tuhan adalah selalu berhati-hati, optimis, dan selalu memikirkan kemungkinan yang tidak terduga. Kedua, melaksanakan perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya. Hal ini berarti orang yang beriman dan bertaqwa selalu gemar dalam beribadah dan menjadikan ibadah sebagai bagian dari aktivitas hidupnya.
Ketiga, memiliki akhlak yang mulia. Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat sekaligus persaingan hidup yang semakin ketat seiring dengan dimasukinya era globalisasi, kedudukan dan peran remaja sebagai generasi penerus bangsa sangat vital. Ketidakmampuan remaja dalam membangun dirinya menjadi insan berkualitas, jelas akan memburamkan masa depan bangsa karena tidak kuat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Oleh karena itu, bangsa yang tidak ingin eksistensinya dimasa depan tergoyah, harus membangun remajanya agar siap untuk mendukung pembangunan.
Agar siap mendukung pembangunan, remaja Indonesia harus memiliki paling tidak 13 sifat dasar sebagai berikut:
1. Iman dan Taqwa
Iman dan taqwa menjadi bekal agar berhati-hati dalam bertindak. Berperilaku penuh perhitungan dilihat dari sisi baik buruknya, kemanfaatannya bagi diri pribadi, orang lain, masyarakat, bangsa dan hubungannya dengan posisinya dia sebagai makhluk Tuhan.
2. Mandiri
Mandiri artinya mampu berdikari, tidak terlalu tergantung pada orang lain. Remaja yang mandiri adalah remaja yang mampu mengatasi persoalan-persoalan hidupnya yang berlandaskan pada kekuatan diri dan kemampuan diri. Dengan demikian, kemandirian dapat dijadikan kunci untuk bekal menjadi remaja yang memiliki kepercayaan diri yang kuat.
3. Cerdas
Cerdas artinya memiliki kemampuan berpikir yang cepat dan tepat. Kecerdasan umumnya didapatkan dari proses belajar yang tekun, terus menerus dan berkesinambungan. Dan semuanya ini hanya akan diperoleh melalui pendidikan yang efektif baik formal maupun non formal. Dengan menjadi remaja yang cerdas, maka akan cerdas pula cara atau strategi yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi.
4. Trampil
Trampil itu menyangkut kemampuan motorik seseorang. Remaja yang trampil adalah remaja yang mampu memanfaatkan kemampuan yang dimilikinya untuk melakukan kegiatan/pekerjaan yang produktif sehingga dapat meningkatkan kehidupan dan penghidupannya.
5. Kreatif
Kreatif artinya banyak cara. Remaja yang kreatif memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang lain dari biasanya, tetapi memiliki nilai kemanfaatan atau kualitas yang lebih. Dengan demikian remaja yang kreatif tidak akan pernah kekurangan akal untuk berprestasi dalam bidang yang digelutinya.
6. Inovatif
Inovatif artinya mampu menciptakan sesuatu yang baru, dan yang diciptakan itu memiliki manfaat bagi dirinya, orang lain maupun masyarakat sekitarnya.
7. Informatif
Informatif artinya bersifat terbuka dan mampu menyampaikan pesan-pesan yang diterimanya kepada orang lain. Dapat mengkomunikasikan gagasan, pikiran dan pendapatnya secara efektif sehingga orang lain dapat memahami maksudnya. Remaja yang informatif sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang berwawasan dan berpengetahuan luas, mengingat remaja adalah pembaharu kehidupan.
8. Jujur
Sifat jujur bagi remaja masa depan adalah sangat mutlak. Karena mereka adalah calon pemimpin bangsa, sehingga kejujuran menjadi kunci untuk menjadi pemimpin yang mampu membawa kemajuan dan kejayaan bangsa di kemudian hari. Sekarang ini sudah banyak contoh bahwa ketidakjujuran pejabat dan pemimpin negeri ini telah menyebabkan banyaknya kasus korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah yang sebenarnya akan bermanfaat besar bila digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
9. Amanah
Amanah artinya dapat dipercaya. Remaja yang amanah artinya remaja yang berusaha sepenuh hati menjaga apa yang dititipkan/dipesankan oleh orang lain. Remaja yang amanah akan selalu menjalankan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya dengan sekuat tenaga, tidak mudah pengaruhi oleh hal-hal yang bersifat negatif.
10. Mampu bersaing
Mampu bersaing artinya memiliki kemampuan untuk berkompetisi. Dan ini tentu saja harus didukung oleh kemampuan dan ketrampilan yang memadai. Remaja yang mampu bersaing tentu akan memiliki posisi tawar yang tinggi, sehingga lebih mudah mencari pekerjaan, menciptakan produk yang bermutu, serta memiliki kualitas pribadi yang dapat diandalkan.
11. Memiliki jiwa sosial yang tinggi
Remaja masa depan selain memiliki berbagai kemampuan yang dapat diandalkan, juga harus memiliki jiwa sosial yang tinggi yang ditunjukkan dengan kepeduliannya terhadap orang lain, memiliki jiwa empati yang kuat dan memiliki jiwa penolong.
12. Memiliki jiwa pengorbanan
Jiwa pengorbanan umunya dikaitkan dengan materi, namun jiwa pengorbanan yang harus dimiliki oleh remaja masa depan adalah jiwa mau berkorban bukan semata-mata materi, tetapi juga tenaga, waktu, pikiran dan jiwanya demi kemaujuan masyarakat dan bangsanya.
13. Bertanggungjawab
Bertanggung jawab artinya mau mempertanggungjawabkan segala perbuatannya meskipun dengan resiko yang tidak menyenangkan. Remaja yang bertanggung jawab adalah remaja yang memikirkan akibatnya sebelum bertindak, dan mau mempertanggungjawabkan perbuatannya bila melakukan kesalahan.
Ketiga belas sifat dasar tersebut harus ditumbuhkembangkan pada remaja kita sebagai wujud idealisme remaja di masa depan, karena dipundak merekalah negara dan bangsa ini akan selamat dari kehancuran.

Mari Berprestasi!

Ayo, Ikuti Jejak Mereka !


Mereka adalah remaja yang mampu memilih situs jejaring sosial yang benar dan berhasil mendapatkan prestasi melalui kompetisi yang dilakukan pada tingkat dunia (Internasional)

Mari Berprestasi Bersama Kami



Kami pun berhasil mendapatkan penghargaan atas keikutsertaan dalam salah satu kompetisi Internasional yang diprakarsai oleh situs jejaring sosial khusus pendidikan (Oracle Thinkquest Education Foundation)












Positif Itu Asyik



Kata siapa positif itu membosankan? Hanya mereka- mereka yang malas saja yang menganggap seperti itu. Remaja memang harus dibimbing dan remaja harus bisa memilah antara situs-situs jejaring sosial yang memang benar-benar bermanfaat bagi remaja itu sendiri dan yang merugikan mereka. Lalu situs-situs jejaring sosial seperti apa saja yang bisa dikategorikan dapat mendidik dan bermanfaat bagi remaja ? Dibawah ini merupakan contoh-contoh situs jejaring sosial yang bersifat mendidik dan bermanfaat bagi remaja.

Situs-Situs jejaring Sosial Pendidikan


http://www.thinkquest.org/en/

Website ini dikhususkan untuk pelajar dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas serta para guru yang mendampingi mereka. Di website ini pengguna bisa menuliskan apa yang ada di dalam pikiran pengguna dan hasilnya bisa diketahui guru-guru, mengerjakan proyek online, kompetisi tahunan untuk siswa, dan perpustakaan yang berisi konten-konten yang dibuat oleh siswa. Website ini terproteksi dari virus dan gratis.
http://www.chem-is-try.org/

Merupakan salah satu situs Kimia Indonesia yang berisi informasi tentang kimia, artikel populer, profil kimiawan, tanya jawab, forum diskusi, tabel periodik, database dan pengetahuan umum lainnya. Dari situs online ini, remaja dapat belajar untuk saling berbagi informasi, bertukar pikiran, bertanya-jawab, atau berdiskusi hal-hal yang berhubungan dengan ilmu kimia. Selain itu, di situs ini remaja juga berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa dengan mengikuti persyaratan- persayaratan yang telah berlaku.
http://www.e-dukasi.net/index.php/

EdukasiNet merupakan portal bahan belajar dan jaringan komunitas sekolah yang dibina dan dikembangkan oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi (Pustekkom) Depdiknas. Situs ini bermula dari serangkaian penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh tim Pustekkom.
http://www.kaskus.us/

Kaskus selalu melakukan inovasi yang mengarah pada kebebasan berbicara dan berfikir bagi anggota, karena mereka menganut asaz, ” Freedom Of Speech”, hal ini merupakan salah satu dari dasar human rights. Dalam, kaskus kita dapat bertukar informasi, melakukan tanya jawab maupun diskusi oleh anggota kaskus lainnya
http://id.answers.yahoo.com/

Yahoo! Answers adalah komunitas online tempat mengajukan pertanyaan mengenai beragam topik dan informasi. Aktivitas dalam Yahoo! Answer ini adalah tanya-jawab. Saling bertukar pikiran yang tentunya penting bagi remaja.
http://pendidikan.net/

Pendidikan.Net ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi forum bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya.
http://www.e-smartschool.co.id/

Pada e-smartschool.com, dapat mengutarakan opini atau permasalahan apa saja asalkan sopan dan bisa langsung di tanggapi oleh anggota yang lainnya,sehingga akan terjalin komunikasi interaktif antar anggota. Dan dalam web ini berisi berita yang berkaitan dengan pendidikan dasar, menengah dan umum.
http://edu-articles.com/download-jurnal-pendidikan-gratis/

Berisi tentang informasi-informasi berkaitan dengan pendidikan jenjang sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Yang Membuat Project Ini


Pembina :


I Made Priyana Ginada SH



Tim Penyusun Project


Foto Yang Membuat Project :



Agung Devi Andriyani
Nama gadis ini adalah A. A. Ayu Devi Andriyani. Tapi, di sekolah dia biasa dipanggil dengan nama Agung Devi. Gadis yang terlahir di Denpasar pada tanggal 27 September 1997 tengah meniba ilmu di SMPN 2 Kuta Selatan sebagai siswi yang duduk di kelas IX dan telah genap berusia 14 tahun. Ia adalah putri pertama dari tiga orang bersaudara yang Ayahnya bernama Ida I Dewa Rai Dharma Laksana dan Ibunya yang bernama Ni Komang Sariani. Ia gemar menulis dan mendengarkan musik. Saat diadakan Lomba di sekolahnya, dia mendapat nilai terbaik dan tertinggi dalam Lomba Pidato Bahasa Inggris. Cita-citanya, ia ingin menjadi pramugari di salah satu maskapai penerbangan ternama di Indonesia. Sekian cerita singkat mengenai Agung Devi.



Ayu Aprilyana Dewi
Nama lengap perempuan ini adalah Ni Putu Ayu Aprilyana Dewi. Tapi, teman-teman biasa memanggilnya April. Dia adalah gadis berdarah Singaraja yang lahir pada tanggal 01 April 1997. Ia merupakan putri pertama dari empat orang bersaudara. Ibunya bernama Ni Kadek Sariani dan Ayahnya bernama I Ketut Sumardi. Kini, ia tinggal di Jl. Bukit Hijau, Jimbaran, Bali. Hobinya adalah membaca novel, mendengarkan lagu, menyanyi dan berenang. Ia ingin menjadi orang yang sukses dan membahagiakan orang tuanya. Begitulah cerita singkat mengenai April.



Yuliani Megantari
Nama gadis ini adalah Ni Putu Yuliani Megantari. Tapi dia biasa dipanggil di sekolah dengan nama Egan. Ia lahir di Tuban, 24 Juli 1997 dan pada tahun ini telah genap berumur 14 tahun. Gadis ini merupakan putri pertama dari empat orang bersaudara dari pasangan I Nyoman Nita sebagai ayahnya sedangkan Ni Komang Sudi sebagai Ibunya. Saat ini, ia tinggal di di Jl. Bukit Hijau, Jimbaran, Bali. Dia salah seorang siswi dari kelas IX G SMPN 2 Kuta Selatan. Hobinya adalah menulis dan menyanyi. Dari hobinya tersebut, ia berhasil membawa nama baik sekolah ke tingkat Kabupaten Badung sebagai juara 1 dalam Lomba mengarang yang dilaksanakan oleh Disdikpora Kab. Badung, Bali. Kelak, ia ingin menjadi presenter dan penulis terkenal. Begitulah cerita singkat mengenai Egan.

Kerja Keras!!!


Proses pembuatan Mind Map oleh Agung Devi


Aprilyana yang sedang mengetik dan mengisi page-page


Egantari yang sedang menyunting teks.

Ucapan Terimakasih Kami

Kami sebagai tim penyusun dari project “Remaja Masa Kini” be Positive with Social Network berterimakasih kepada semua bantuan dari seluruh pihak yang membantu berpartisipasi dalam project ini.



Untuk Tuhan YME yang selalu menyertai kami.

Orang tua kami yang telah membantu memberi semangat, transportasi dan biaya.

Sekolah kami yang tercinta, “SMPN 2 Kuta Selatan, Bali”.

Kepada Pembina kami I Made Priyana Ginada, S. H.

Kepada yang terhormat yang telah kami wawancara dan bersedia memberi pendapat dan waktu untuk kami wawancarai serta beberapa temen-teman dari berbagai kelas yang telah kami survey.

Bapak I Wayan Sukanata, M. Pd

Ni Putu Gita Mahayani (kelas IX G)

Teman-teman dari kelas IX F SMPN 2 Kuta Selatan

Adik-adik dari kelas VII D SMPN 2 Kuta Selatan

Teman-teman yang mendukung dan berpartisipasi dalam forum interaktif

Dan tidak lupa, kepada Oracle Foundation yang telah menyediakan web pelayanan edukasi di “Thinkquest.org”, memberi kami kesempatan untuk bekerja, melihat dunia dan yang paling utama memberi kesempatan bagi kami untuk ikut serta dalam kompetisi regional maupun internasional dan tentu saja, kami bangga terhadap diri kami sendiri.



Terima Kasih ....!!!!!!

Ucapan Terimakasih Dari Kami

http://www.google.com
http://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi
http://www.thinkquest.org/en/
http://agung-devi.blogspot.com/
https://www.facebook.com/
http://translate.google.co.id/
http://smpn2kutaselatan.blogspot.com/p/album-photo.html
http://irfanoktaviandy.multiply.com/journal/item/21
http://mmadjie.blogspot.com/2009/06/dampak-positif-dan-negatif-facebook.html
http://www.youtube.com/watch?v=IzOIgYk5Fm0
http://upinoipinimon.blogspot.com/2010/11/dampak-positif-dan-negatif-jejaring.html
http://www.google.co.id/search?q=remaja+kecanduan+jejaring+sosial&rlz=... Report Misuse Reply Delete
http://pelangiituaku.wordpress.com/2009/04/18/kaskusus-sebuah-komunitas-dengan-fitur-lengkap/
http://help.yahoo.com/l/id/yahoo/answers/overview/overview-7100813.html
http://www.pendidikan.tv/
http://www.biskom.web.id/2009/04/01/oracle-kenalkan-thinkquest-untuk-sekolah.bwi